Senin, 23 Januari 2017

Materi Json

JSON 
 
Pengertian JSON
 
JSON (dibaca: “Jason”), singkatan dari JavaScript Object Notation adalah suatu format ringkas pertukaran data komputer. Formatnya berbasis teks dan terbaca-manusia serta digunakan untuk merepresentasikan struktur data sederhana dan larik asosiatif (disebut objek).

Format JSON sering digunakan untuk mentransmisikan data terstruktur melalui suatu koneksi jaringan pada suatu proses yang disebut serialisasi. Aplikasi utamanya adalah pada pemrograman aplikasi web AJAX dengan berperan sebagai alternatif terhadap penggunaan tradisional format XML.

Walaupun JSON didasarkan pada subset bahasa pemrograman JavaScript (secara spesifik, edisi ketiga standar ECMA-262, Desember 1999 [1]) dan umumnya digunakan dengan bahasa tersebut, JSON dianggap sebagai format data yang tak tergantung pada suatu bahasa. Kode untuk pengolahan dan pembuatan data JSON telah tersedia untuk banyak jenis bahasa pemrograman. Situs json.org menyediakan daftar komprehensif pengikatan JSON yang tersedia, disusun menurut bahasa.

Contoh JSON
{"menu": {
  "id": "file",
  "value": "File",
  "popup": {
    "menuitem": [
      {"value": "New", "onclick": "CreateNewDoc()"},
      {"value": "Open", "onclick": "OpenDoc()"},
      {"value": "Close", "onclick": "CloseDoc()"}
    ]
  }
}}


data diatas setara dengan
<menu id="file" value="File">
  <popup>
    <menuitem value="New" onclick="CreateNewDoc()" />
    <menuitem value="Open" onclick="OpenDoc()" />
    <menuitem value="Close" onclick="CloseDoc()" />
  </popup>
</menu>
 

Syntax JSON

Deklarasi.
Semua object JSON di daklarasikan menggunakan spasang tanda kurawal. Jika kita menggunakan pada javascript maka kita dapat meng-assign-nya langsung ke variabel. contoh
1
var json_obj = {};

String, Integer dan Boolean.
Kita dapat memasukan ketiga tipe data diatas kedalam sebuah json object. untuk string cukup dimasukkan diantara tanda petik. contoh:
1
2
3
4
5
var json_obj = {
  nama : "Ibnu Daqiqil Id",
  umur : 24,
  menikah : false
};

Array dan object
Selain tipe data sederhana kita juha dapat mempunyai tipe data yang komplek seperti array dan object.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
var json_obj = {
  nama : "Ibnu Daqiqil Id",
  umur : 24,
  menikah : false,
  acara_favorite: ['Lost', 'Chuck', 'Smallvile', 'Heroes'],
  keluarga: [
        {nama: "Joni", umur: 57, relasi: "ayah"},
        {nama: "Tina", umur: 26, relasi: "kakak"}
    ]
};

Senin, 12 September 2016

Angular.JS

ANGULAR.JS




1. Pengertian
AngularJS adalah framework Javascript yang dikembangkan oleh Google,situs resminya silahkan menuju ke link. Disitus resminya kita akan banyak mendapatkan banyak informasi tentang angular termasuk dokumentasi,Tutorial dan semua hal tentang angularJS. 
 AngularJS adalah sebuah framework java script. Jika ada pertanyaan apa perbedaan antara Angular JS dengan jQuery. Sekilas bahwa secara konsep AngularJS berbeda dimana jQuery merupakan library java script, sedangkanAngularJS merupakan framework java Script. Dana saya berharap, semua bisa memahami apa itu beda Framework dan Library.
 Dalam Situs resminya dikatakan, AngularJS merupakan sebuah framework struktural untuk aplikasi web dinamis dari sisi Client dengan konsep Model View Whatever (MVW). Motto resmi angularJS “Superheroic JavaScript MVW Framework“. MVW bertujuan untuk memisahkan logika presentasi dari logika bisnis, dimana javascript berperan untuk mengelola model dan logika dan HTML untuk layer presentasi. Banyak para pengembang web mengenal konsep ini ketika model dan logika bisnis dalam Sisi Server.
  • AngularJS dikembangkan oleh Google. Mungkin alasan awal ini jadi motivasi yang tinggi terlebih dahulu. Kita semua kenal siapa ituGoogle ,sebuah raksasa mesin pencari. Google juga yang menciptakan Android. AngularJS dikelola oleh team Google dan banyak digunakan untuk produk-produk Google dan akan menjadi standarisasi struktur aplikasi web dari sisi klien.
  • HTML Template. Ketika kita belajar bahasa web pastinya tidak terlepas dari bahasa HTML. Bahasa yang mudah dalam mempelajarinya dan pasti bagi yang sering buat aplikasi web akan terbiasa menggunakan nya. AngularJS menggunakan HTML untuk membangun template.
  • Lengkap. AngularJs adalah solusi yang lengkap untuk pengembangan aplikasi Front-End yang cepat, tidak ada plugin atau framework lain yang diperlukan untuk membangun aplikasi. FiturJavaScript yang sangat sederhana yang membuat kecepatan untuk berkomunikasi dari server ke Klien. Dengan satu baris JavaScript kita bisa terhubung dengan Server untuk mendapatkan data yang kita inginkan. Hal ini pastinya akan menarik khususnya untuk menambahkecepatan loading web.

2. Konsep dalam AngularJS

KONSEP
KETERANGAN
Template
HTML dengan MarkUp Tambahan
Directives
Menambahkan Atribut dan Elemen Khusus
Model
Data yang ditampilkan ke pengguna
Scope
Konteks dimana model menyimpan, sehingga arahan dan ekspresi dapat mengaksesnya
Expressions
Mengakses Variabel dalam fungsi scope
Compiler
Mem-Parsing Template
Filter
Format nilai ekpresi untuk ditampilkan ke pengguna
View
Apa yang dilihat pengguna
Data Binding
Sinkronisasi antara Model dan Views
Controller
Pengaturan proses bisnis
Dependency Injection
Membuat objek dan memasukkan nya ke fungsi
Injector
Memasukkan sebuah Injector kedalam Container
Module
Konfigurasi dari Injector
Service
Fungsi dapat digunakan kembali tergantung pada Views

3. Contoh Koding AngularJS
Sebagai pemanasan awal dalam mempelajari AngularJS Framework, akan kita lihat sebuah contoh source code awal atau sering disebut “Hello World”. Untuk Mengetikkan kode ini kita bisa gunakan Editor apa saja (Notepad, Notepad++ dan lainnya). Berikut langkah awalnya:
  • Pertama kali kita harus mendownload dulu file angularJS.
  • Cantumkan di file HTML pada tag <body> path tempat kamu menyimpan file angular.js yang sudah didownload.
  • Terakhir kita harus simpan file nya dalam format HTML.
Misal :
Buka editor ketikkan source berikut:
1
2
3
4
5
6
7
8
<html lang="en"> 
 <head>   
   <title>Belajar Angular</title> 
 </head> 
 <body> 
   <script src="lib/angular/angular.js"></script> 
 </body> 
 </html>
Selain memanggil file AngularJS melalui folder nya, kita bisa juga memanggil nya via CDN, dan pastinya kita harus terkoneksi Internet, berikut sourcenya:

Kita harus selalu mencantumkan “ng-app” di tag yang akan menggunakanAngularJS. Masukkan ng-app di dalam tag <html>. lihat contoh kode awalnya. Kita juga bisa menempatkan “ng-app" di tag <body> atau <div>.
Fungsi ng-app ini adalah salah satu directive di angularjs. Kegunaan ng-app ialah untuk memberitahu pada compiler, bahwa isi halaman atau isi dari tag itu adalah aplikasi AngularJS, sehingga bisa menggunakan fungsi-fungsi dan fitur yang disediakan oleh framework angularjs. Namun, jikang-app telah dicantumkan di tag tertentu, tidak boleh mencantumkannya lagi di tag yang dicakup oleh tag tersebut. Misal, ketika telah mencantumkannya di tag <html> tidak perlu mencantumkannya lagi di tag <body> atau <div>.
Script yang telah dibuat dengan AngularJS bisa dijalankan menggunakan browser. Berikut kita buatkan sebuah contoh script dan hasil run kita lihat via browser:
file : tes.html
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
<html ng-app>
<head>
<!--<script src="lib/angular/angular.js"></script> -->
</head>
<body ng-controller="Mainctrl">

<h1>Belajar AngularJS by. Ridwan, S.ST</h1>


<ul>

<li ng-repeat="Siswa in Siswas">
 {{siswas.nama}}
</li>

</ul>

</body>
</html>
<script type="text/javascript">
function Mainctrl($scope){
 $scope.siswas=[
 {nama : "Ridwan"},
 {nama : "Rasmi"}
 ]
}
</script>

*** Run File Via Browser ***

4. Kesimpulan Belajar dan Pengenalan AngularJS Untuk Pemula
  • AngularJS merupakan sebuah Framework yang dibuat oleh Google dan banyak digunakan untuk produk Google.
  • Hal awal untuk belajar AngularJS kita harus pahami dan belajar tentang Bahasa JavaScript.
  • Pemanggilan file AngularJS bisa secara offline dengan cara donwload file nya atau juga via CDN
  • Menggunakan AngularJS kita juga bisa membanguj aplikasi diperangkat Mobile Android.

Senin, 08 Agustus 2016



CSS

1. PENGERTIAN CSS

CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Kalau baca di kamus, cascading itu artinya air terjun. Tapi dalam hal ini, yang di maksud adalah, aliran dari suatu kode ke kode lain yang saling berhubungan. Jadi kalau di tulis lengkap dalam bahasa Indonesia kira-kira arti CSS adalah: kumpulan kode-kode yang berurutan dan saling berhubungan untuk mengatur format / tampilan suatu halaman HTML

2. Keuntungan  & Kekurangan Penggunaan CSS
            a. Keuntungan Penggunaan CSS
Jika anda memiliki beberapa halaman website dimana anda menggunakan font arial untuk tulisannya, lalu suatu hari anda bosan dengan arial dan ingin mengganti ke trebuchet, anda harus merubah satu per satu halaman website anda dan merubah tipe font dari arial menjadi trebuchet.
Dengan menggunakan css, dimana semua halaman web memakai css yang sama, anda cukup merubah satu baris kode css untuk merubah font di semua halaman web dari arial ke trebuchetJadi, keuntungan menggunakan CSS, lebih praktis!
b. Kekurangan Penggunaan CSS
Tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi anda harus memeriksa tampilan supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web anda terlihat baik di semua browser.

3.  Syntax
Syntax / kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki:
1 selector, 1 property, 1 value.
Format penulisan kalimat CSS:
selector { property: value }
Selector itu untuk menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat.
Property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur.
Value adalah nilai dari pengaturannya.
Contoh Syntax:
h1 { color: red }
Contoh di atas menunjukkan
Selector: h1
Property: color
Value: red
Kalau diterjemahkan ke kalimat bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke warnamerah (red).

a. Pengelompokan Selectors
Anda dapat menulis satu kode CSS untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan koma. Misalkan anda mau mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah, maka kode CSS nya menjadi:
h1,h2,h3 { color: red }
Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang dipisahkan oleh koma.

b. Penggunaan Banyak Properties
Untuk mengatur lebih dari satu properties gunakan pemisah titik koma ( ; ).
Contoh:
h1,h2,h3 {color:red; font-family:arial; font-size:150%;}
Pada contoh di atas, tag h1, h2 dan h3 di atur agar menggunakan warna merah, dengan type font arial, dan ukuran font 150%.

c. Cara Penulisan Yang Baik
Sangat disarankan untuk menulis kode CSS menggunakan beberapa baris dimana pengaturan property dan values nya di indent. Ya cuma biar rapih dan lebih mudah di baca aja sih, ga harus kok.
h1,h2,h3 {
color:red;
font-family:arial;
font-size:150%;
}
Sekarang anda sudah mengerti aturan dasar penulisan kalimat CSS. Pelajaran berikutnya akan mengajarkan anda mengaplikasikan kode CSS ke halaman website.

d. CSS Comment
Kadang kala, ada baiknya anda menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat.
Anda bisa menggunakan syntax pembuka /* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara tag /* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk diri anda.
/* Tulis komentar anda di sini */
p
{
text-align: justify;
/* Tulis komentar anda di sini */
color: blue;
font-family: arial;
}

2.4     3.  Class dan Id selector

CLASS SELECTOR

Class selector adalah penggabungan beberapa properties yang digunakan lebih dari satu kali.
Cara penulisan Class Selector:
.nama-class {property:value;}
Untuk menempelkan class ke dalam tag HTML:
taghtml.nama-class {Property:value;}
Perhatikan tanda titik di setiap awal nama Class. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Contoh:
Penulisan kode CSS:
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Pemakaian kode CSS
<div class=tengah>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
Hasil:

Teks tengah akan berwarna merah.

Tag H1 tengah akan berwarna hitam


Tag H1 kiri akan berwarna biru


ID SELECTOR

ID Selector mirip dengan Class selector. Untuk membedakannya, gunakanlah ID selector untuk memformat bagian yang hanya muncul satu kali dalam satu halaman web, misalnya untuk memformat bagian menu / sidebar.
Cara penulisan ID Selector:
#nama-ID {property:value;}
Untuk menempelkan ID selector ke dalam tag HTML:
taghtml#nama-ID {Property:value;}
Perhatikan tanda # di setiap awal nama ID. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div id=nama-ID> dan di akhiri dengan tag </div>.



JAVA SCRIPT


1. Pengertian Java Sript 

JavaScript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan skrip yang pada fungsinya berjalan pada suatu dokumen HTML, bahasa ini adalah bahasa pemrograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa HTML dengan mengijinkan pengeksekusian perintah-perintah di sisi user, yang artinya di sisi browser bukan di sisi server web. Secara fungsional, JavaScript digunakan untuk menyediakan akses script pada objek yang dibenamkan ( embedded ). Contoh sederhana dari penggunaan JavaScript adalah membuka halaman pop up, fungsi validasi pada form sebelum data dikirimkan ke server, merubah image kursor ketika melewati objek tertentu.

2. Bentuk skrip dari JavaScript 
Skrip dari JavaScript terletak di dalam dokumen HTML. Kode tersebut tidak akan terlihat dari dalam jendela navigator anda, karena diantara tag tertentu yang memerintahkan navigator untuk memperlakukan bahwa skrip tersebut adalah skrip dari JavaScript.Contoh dari skrip yang menunjukkan bahwa skrip tersebut adalah skrip dari JavaScript adalah sebagai berikut:
<SRIPT language=”Javasript”>
Letakkan sript anda disini
</SRIPT>
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Skrip Javascript</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Percobaan memakai javaScript:<BR>
<SCRIPTLANGUAGE=”JavaScrip”>
<!–
document.write(“Sealamat Mencoba JavaScript<BR>”);
dokumen.write(“Semoga Sukses”);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

3. Memberikan Komentar Dalam JavaScript 
Agar script tidak dibaca sebagai skrip, akan tetapi dibaca sebagai komentar dan tidak akan dieksekusi sebagai program. Contohnya adalah sebagai berikut :
<SCRIPT language=”JavaSrcipt”>
<!–
Letakkan script anda disini
//à
</SCRIPT>
Kegunaannya antara lain adalah :
  1. Mengingatkan kita akan bagian-bagian khusus didalam skrip tersebut, jika kita ingin merubah sesuatu di dalamnya.
  2. Membuat orang yang tidak mengerti skrip anda, menjadi mengerti dengan petunjuk-petunjuk yang anda buat melalui komentar, kecuali anda tidak mau mensharing program yang anda miliki.
4. Konsep Variabel Dalam JavaScript 
Variabel adalah suatu objek yang berisi data-data, yang mana dapat dimodifikasiselam pengeksekusian program. Di JavaScript kita bias memberikan nama variable dengan criteria berikut ini :
  • Nama variable harus dimulai oleh satu huruf (huruf besar maupun kecil) atau satu karakter”_”.
  • Nama variable bias terdiri dari huruf-huruf, angka-angka atau karakter_dan & (spasi kosong tidak diperbolehkan).
  • Nama variable tidak boleh memakai reserved word.
Pada JavaScript kita menggunakan system case sensitive yang artinya membedakan nama variable dengan huruf besar dan huruf kecil.

5. Mendeklarasikan Variabel
Deklarasi variabel di JavaScript dapat kita lakukan dengan dua cara :
  • Eksplisit : dengan menuliskan kata kunci var kemudian diikuti dengan nama variable dan nilai dari variable : var test=”halo”.
  • Implisit : dengan menuliskan secara langsung nama dari variable dan diikuti nilai dari variabel : test=”halo”.

Navigator secara otomatis akan memperlukan pernyataan itu sebagai deklarasi dari sebuah variable. Pengaksesan variable bergantung lokasi dimana dia dideklarasikan :
Jika dia didelkarasikan di bagian awal dari skrip program, yang artinya sebelum pendeklarasian semua fungsi, maka semua fungsi di dalam program bias mengakses variabel ini, dan variable ini menjadi variabel global.
Jika dia dideklarasikan dengan menggunakan kata kunci var di dalam suatu fungsi tertentu, maka variable itu hanya bias diakses dari dalam fungsi tersebut, dan artinya variable ini tidak berguna bagi fungsi-fungsi yang lain, dan kita sebut variabel ini menjadi variabel local.
Contoh Mendeklarasikan Variabel
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh deklarasi variabel</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT language=”JavaScript”>
<!–
Var VariabelKu;
Var VariabelKu2=3;
VariabelKu=2;
Document.write(VariabelKu*variabelKu2);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Contoh Variabel Lokal dan Global
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh variabel Lokal dan Global</TITLE>
</HEAD>
<BOBY>
<SCRIPT language=”Javascript”>
<!–
var a=12;
var b=4;
Function Perkalian Dengan2(b)
{var a=b*2;return a;}
Document.write(“Dua kali dari”,b,” adalah”,Perkalian Dengan2(b));
document.write(“Nilai dari a adalah “,a);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>